SIRSAK, buah fenomenal

Sudah banyak tulisan tentang buah sirsak dibuku dan majalah. Di internetpun udah banyak bertebaran artikelnya dari peneliti/ahli dan mudah didapat.  Jadi nggak usah dicopas disini ya.  Banyak sekali manfaat dan faedahnya bagi kesehatan.  Sebagian dari kita mungkin merasa skeptis dan  berpikiran: ” Ah mana mungkin. Masa’ sih”  Tapi lepas dari rasa skeptis  seperti itu, saya pernah merasakan khasiatnya langsung . Pernah suatu ketika  kepala dan tengkuk terasa berat. Setelah cek ke dokter, ternyata kadar kolesterol agak naik. Pulang, beli jus sirsak. Beberapa menit kemudian kepala dan tengkukpun  terasa lebih enteng …Alhamdulillah.  Reaksinya ini mungkin akan  berbeda terhadap semua orang.  Mungkin anda punya pengalaman sendiri dengan sirsak ini. Bagi saya, sirsak  adalah minuman ‘wajib’, dan diusahakan selalu stand by di rumah, walaupun kadang hanya dalam bentuk minuman kotak  karena saking susahnya mencari buah sirsak di tempat saya berada. Kalau mau buahnya, harus ke pasar pagi dulu.  Nah, kalau di rumah makan, daripada jus alpokat, saya lebih cendrung untuk selalu  pesan jus sirsak, tanpa es batu. Soalnya kalau pake es, biasanya yang banyak es nya doang.

Teringat saat  masih di kampung halaman, gampang sekali mendapatkan buah sirsak ini. Di mana-mana ada pohonnya seperti  di kebun atau  hutan. Di belakang rumah juga ada.  Hanya saja, kesadaran masyarakat saat itu ( termasuk saya  )akan manfaatnya masih kurang, sehingga jarang menkonsumsi sirsak ini.  Yach, badan masih kuat, jarang sakit, jadi tidak  terlau care-lah dengan yang berbau obat-obatan herbal.  Kalau sakit, ya ke dokter. Padahal obat alami bertebaran di sekitar kita. Akibatnya sering terlihat banyak buah sirsak  yang tidak dikonsumsi, jatuh dari pohon dan membusuk.  Sayang sekali. Tapi Alhamdulillah, saat ini kebanyakan masyarakat udah sadar dengan obat-obatan herbal. Pola makanan yang  terlalu banyak santan, dan minuman yang terlalu banyak gula pun udah  mulai berobah.

Oya, kalau di kampung,  namanya bukan buah  sirsak, tapi Durian Bulando alias Durian Belanda. Unik memang.  Mungkin karena buah sirsak ini bentuknya sama seperti durian, tapi dagingnya berwarna putih menyerupai kulit orang bule.  Nah, zaman dahulu, bule yang lebih dahulu dikenal di tempat saya, dan mungkin Indonesia, adalah Belanda. Maka , jadilah namanya Durian Bulando. Setidaknya ini menurut saya :)

Jadi, kalau nggak mau penyakit darah tinggi, kolesterol dan penyakit berbahaya lainnya  gampang datang,  perkuat sistim pertahanan tubuh kita dengan mengkonsumsi  sirsak dan herbal berkhasiat lainnya.  Mari kembali ke alam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.