Menjulang dengan ketinggian 26 meter dari permukaan tanah, Jam Gadang berdiri kokoh di pusat Kota Bukittinggi. Dengan diameter jam 80 cm dan menghabiskan dana konstruksi sebesar 3000 Gulden saat dibangun, bahagian atas / atap Jam Gadang ini telah mengalami 3 kali penyesuaian seiring pergantian waktu:
Pada Masa Belanda:
Atap berbentuk bulat dan diatasnya terdapat patung ayam jantan
Pada Masa Jepang :
Atap berbentuk Klenteng ( seperti rumah ibadah China )
Masa Indonesia Merdeka sampai sekarang :
Atap dirobah berbentuk Rumah Adat Minangkabau
Kalau wistawan jeli dan memperhatikan saat berkunjung , ada hal yang beda dan unik dari kaedah angka Romawi pada “angka” 4 di Jam Gadang ini.
( Gambar diambil hari Sabtu, 18 Oktober 2008 jam 17.20 )

October 25, 2008 at 10:59 pm
Apa yang uniknya kang, jelasin donk..ato buat posting selanjutnya ?
October 26, 2008 at 12:16 am
pls take a wild guess, apanya yang beda di angka 4 JAM gadang ini hayo ?
October 26, 2008 at 7:46 am
He..he no need wild guess..its IIII right….Mbah Google just told me…
October 26, 2008 at 9:13 am
Wah, tanya Mbah Google ya. Itu mah curang, ha ha ha…
November 13, 2008 at 1:31 am
kapan2x pengen ke bukittinggi. Biasanya daerah dingin ce nya cakep2x